Masjid Agung Covenhagen, Denmark

Masjid Agung Covenhagen merupakan masjid terbesar di Denmark. Nama asli masjid ini adalah Hamad Bin Khalifa Civilisation Center, secara harfiah memiliki arti “Pusat Peradaban Hamad Bin Khalifa”. Masjid Agung dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung. Penggunaan nama petinggi negara Qatar sebagai nama dari masjid ini karena sumber dana pembangunannya memang berasal dari pemerintah Qatar.

Berdirinya pusat Ke-Islaman ini memang sudah dinanti sekian lama oleh muslim Denmark. Sejak rencana pembangunannya tercetus, berbagai penolakan datang, diantaranya penolakan dari para elit politik terutama dari Partai Rakyat Denmark (DPP) dengan kebijakan anti imigrannya. Protes keras dari berbagai negara memiliki andil pada tegangnya hubungan pemeluk agama minoritas dan mayoritas di Denmark semakin dilayangkan dengan adanya penerbitan kartun Nabi Muhammad SAW oleh salah satu media di negara tersebut.

Masjid ini diresmikan pada tanggal 19 Juni 2014. Pembangunannya memakan dana sebesar 150 juta koroner (€20.1 juta Euro, atau $27.2 juta dolar Amerika). Bangunan masjid ini berdiri di atas lahan seluas 6,700 m2 (72,118 kaki2) yang berlokasi diantara gedung dealer mobil dan gedung pergudangan di kawasan berpenduduk yang berpendapatan rendah di pinggiran kota Covenhagen, menjadi simbol penerimaan masyarakat mayoritas di sana bagi sebuah masjid yang sangat dinantikan kehadirannya oleh sekitar 200 ribu muslim Denmark.

Terdapat sebuah menara di kawasan masjid ini. Menara tersebut tergolong kecil dan ramping dengan tinggi hanya 20 meter dengan ornamen bulan sabit di puncaknya. Meskipun kecil, simbol tetaplah simbol, bagaimanapun besarnya tetap mempertegas kehadirannya. Di sekitarnya juga terdapat pusat kebudayaan Islam, stasiun televisi, pusat kebugaran, pusat kepemudaan dan panti jompo.

Masjid Agun Covenhagen mampu menampung sebanyak 900 jemaah di ruang utama masjid dan 600 jemaah khusus wanita di area balkoni. Masjid ini diresmikan oleh pemerintah Qatar yang diwakilkan oleh satu delegasi yang dipimpin oleh menteri urusan agama Qatar, H E Dr Ghaith bin Mubarak Al Kuwari. Dalam sambutannya beliau menjabarkan upacara peresmian masjid tersebut sebagai upaya untuk pencatatan dalam sejarah tentang pertalian antara Denmark dengan Dunia Islam.

Upacara peresmiannya juga turut dihadiri Duta Besar Qatar untuk Belanda, Kahlid bin Fahad Al Khater, para pejabat senior kementerian dari Qatar dan Denmark, pelajar dan mahasiswa, alim ulama dan Jemaah muslim Denmark. Seluruh rangkaian acara peresmian tersebut diliput dan disiarkan secara langsung oleh stasiun televisi Al-Jazeera dan stasiun televisi Nasional Qatar.

Leave a Comment