Masjid Agung Jawa Tengah

Masjid Agung Jawa Tengah atau yang biasa disingkat dengan MAJT merupakan masjid yang unik dilihat dari arsitekturnya yang tidak biasa, memadukan arsitektural Jawa dengan arsitektural Eropa serta arsitektural masjid universal menjadi satu bangunan masjid dengan bentuk yang sangat menawan dilengkapi fitur masjid modern abad ke 21.

MAJT merupakan masjid provinsi Jawa Tengah. Kehadiran masjid besar ini masih berhubungan dengan Masjid Besar Kauman Semarang. Cikal bakal pembangunan MAJT diawali oleh kembalinya tanah banda (harta) wakaf milik Masjid Besar Kauman Semarang yang tak menentu rimbanya setelah sekian lama. Berbagai pihak pun berjuang untuk mengembalikan banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang itu dan setelah melalui perjuangan panjang akhirnya hasil berbuah manis. MAJT sendiri berdiri di atas sepetak tanah banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang yang telah kembali tersebut.

Lokasi Masjid Agung Jawa Tengah di Jalan Gajah Raya, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Masjid Agung Jawa Tengah mulai dibangun pada hari Jumat, 6 September 2002 yang diawali dengan pemasangan tiang pancang pertama oleh Menteri Agama Ri, Prof. Dr. H. Said Agil Husen al-Munawar, KH. MA Sahal Mahfudz dan Gubernur Jawa Tengah, H. Mardiyanto. Pemasangan tiang pancang perdana ini dihadiri pula oleh tujuh duta besar dari negara-negara sahabat, antara lain Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Mesir, Palestina dan Abu Dabi. Tak mengherankan, jika mata dan perhatian dunia internasional pun mendukung pembangunan Masjid Agung Jawa Tengah tersebut. Proses pemasangan tiang pancang diawali dengan pengajian dan mujahadah oleh kiai-kiai karismatik seperti KH. Munif Zuhri dari Girikusumo, KH. Baqoh Arifin dari Kajoran, KH. Habib Luthfi dari Pekalongan dan lain-lain.

Berdirinya Masjid Agung Jawa Tengah ini tentu menjadi kebanggaan umat Islam di Jawa Tengah. Masjid yang megah dan indah tersebut diresmikan pada tanggal 14 November 2006 oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudoyono. MAJT memiliki kawasan seluas 10 Hektar dan bangunan induk untuk shalat seluas 7.669 meter persegi. Secara keseluruhan dana yang dikeluarkan untuk pembangunan MAJT sebesar Rp 198.692.340.000.

Masjid ini dirancang oleh arsitek Ir. H. Ahmad Fanani dari PT. Atelier Enam Bandung yang berhasil menang dalam sayembara desain MAJT tahun 2001. Bangunan utama masjid memiliki atap berbentuk limas khas bangunan Jawa, sedangkan di bagian ujungnya terdapat kubah besar berdiameter 20 meter ditambah lagi dengan 4 menara dengan tinggi masing-masing 62 meter. Setiap penjuru atapnya sebagai bentuk bangunan masjid universal Islam lengkap dengan satu menara terpisah dari bangunan masjid dengan tinggi 99 meter.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *