Masjid Arrahmah, Masjid Terapung kota Jeddah

Masjid Arrahmah merupakan masjid populer yang berdiri di Jeddah Kurnis, wilayah baru yang dikembangkan oleh otoritas setempat sebagai tempat wisata disepanjang pantai laut merah. Laut merahnya sendiri memang disebutkan dalam Al-Qur’an dalam kisah Nabi Musa A.S. yang dikejar oleh Fir’aun dan tentaranya kemudian atas izin Allah S.W.T beliau berhasil menyeberangi laut merah yang terbelah hingga selamat sampai ke Palestina bersama para pengikut setianya, sedangkan Fir’aun dan bala tentaranya tewas ditelan oleh laut merah.

Awalnya masjid ini diberi nama “Masjid Fatimah”. Fatimah yang dimaksud adalah nama Ibunda dari pembangun masjid ini, tak ada kaitannya dengan Fatimah Az-Zahra putri Nabi dan tak ada kaitannya dengan sejarah Islam ataupun sejarah Saudi Arabia. Namun dikemudian hari masyarakat luas mengaitkan nama tersebut dengan ‘Fatimah Az-Zahra” putri Rosulullah S.A.W. Mencegah salah penafsiran, ditambah dengan kenyataan bahwa masjid ini telah menjadi salah satu kunjungan favorit jemaah dari Asia, serta untuk meluruskan informasi, maka di penghujung tahun 2010 pemerintah kota Jeddah mengubah nama masjid yang semula bernama“Masjid Fatimah” diubah menjadi “Masjid Arrahmah”.

Pada masjid ini terdapat sebuah aturan yaitu larangan untuk melaksanakan salat berjamaah lebih dari satu kelompok, aturan tersebut dipasang pada papan pengumuman permanen yang dipasang di dalam masjid. Hal ini disebabkan jemaah haji dan umroh yang datang dalam berkelompok itu enggan bergabung dengan jemaah yang sudah ada dan sedang berlangsung di dalam masjid. Padahal hal tersebut tidak diperbolehkan. Semestinya jika didalam masjid tersebut telah ada kelompok shalat berjammah maka seharusnya tinggal mengikuti jammaah tersebut, jika tertinggal rakaatnya tinggal (masbuk) tinggal melanjutkan sejumlah rakaat yang telah tertinggal.

Daya tarik masjid ini adalah dekorasi interior yang menakjubkan, gaya arsitektur dan pencahayaan atap yang sempurna, memberikan kenyamanan tersendiri bagi pengunjung Masjid Terapung Jeddah. Saat subuh, masjid terlihat mengagumkan, dimana sinar matahari yang masih sangat redup menjadi latar bagi masjid dengan lampu-lampu terlihat berkilauan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *