Masjid Istiklal Indonesia di Bosnia & Herzegovina

Ada sebuah masjid yang berdiri megah di Kota Sarajevo, Ibukota Bosnia dan Herzegovina. Masjid ini dinamakan Masjid Istiklal atau disebut juga Istiklal Dzamija, Masjid Indonesia dan Masjid Soeharto, yang menjadi lambang persahabatan antara dua negara. Nama Istiqlal sendiri memiliki arti merdeka. Dana pembangunannya diperoleh dari para dermawan muslim Indonesia, rakyat, pejabat dan pemerintah Indonesia.

Masjid ini berada di lingkungan perumahan di daerah Otoka, dekat Federal TV building dan tidak jauh dari halte trem Kota Sarajevo. Lokasinya juga cukup jauh dari pusat kota yang dibangun pada wilayah Sub Urban, tempat berkumpulnya perbelanjaan modern dan tradisional yang bersebelahan dengan kota tua.

Masjid Istiklal diresmikan oleh Presiden Megawati pada tahun 2001. Masjid ini merupakan hadiah dari pemerintah dan Bangsa Indonesia untuk muslim Bosnia. Info selengkapnya dapat dilihat melalui situs Islam Bonia di http://www.dzamije.info.

Rencana pembangunan masjid ini sudah ada sejak masa pemerintahan Presiden Soeharto pada tahun 1995 ketika beliau berkunjung ke Sarajevo. Masa pembangunannya terjadi selama masa pemerintahan empat presiden Republik Indonesia, yaitu Pak Soeharto, Pak Habibie, Gus Dur, dan Ibu Megawati, bila dihitung mulai dari tahap perencanaan.

Arsitektur khas Masjid Istiklal merupakan hasil rancangan arsitek Indonesia, Fauzan Noe’man. Ia merupakan arsitek terkenal yang telah merancang masjid-masjid besar di tanah air, diantaranya Masjid Raya Batam dan Masjid Baiturrahim di Komplek Istana Merdeka, Jakarta. Bila dibandingkan dengan masjid-masjid di Eropa, Masjid Istiklal terbilang unik karena interiornya berhias ukiran kayu, hasil sumbangan para pejabat dan dermawan Indonesia pada kala itu. Begitu pula dengan aksesori lain seperti lampu robyong, juga merupakan sumbangan dari dermawan Indonesia.

Masa pembangunan masjid ini berjalan selama 2 tahun dan memakan dana sebesar US$ 2,7 juta. Berdiri tegak di atas lahan seluas 2.800 meter persegi, dengan ukuran 28 x 30 meter. Pada bagian atasnya, terdapat kubah setinggi 27 meter dengan diameter 27 meter. Kubah tersebut dilengkapi tiga susun celah yang berfungsi sebagai ruang masuk cahaya alami ke dalam masjid. Pada bagian depan masjid ini dibangun dua menara kembar setinggi 48 meter. Keberadaan dua menara ini menjadi simbol persahabatan dua negara, yaitu Indonesia dengan Bosnia dan Herzegonia.

Masjid Istiklal terdiri atas tiga lantai. Lantai dasar berfungsi sebagai kantor, tempat wudu dan auditorium yang biasa digunakan sebagai tempat upacara pernikahan dan lain-lain, perpustakaan, pusat arsitektur Islam dan ruang kelas. Lantai dua dilengkapi dengan alas berupa karpet yang diperuntukkan sebagai ruang sholat untuk pria dan lantai tiga digunakan khusus untuk ruang sholat wanita.

Leave a Comment