Masjid Muammar Qaddafy, Sentul, Bogor

Presiden Libya, Muammar Qaddafy meninggalkan jejaknya di Indonesia dalam bentuk masjid megah yang berlokasi di Sentul Selatan, Bogor, Jawa Barat. Nama masjid itu sendiri diambil dari namanya karena telah membantu membiayai pembangunan masjid ini. Masjid ini juga menjadi Islamic Center dengan nama Qaddafy Islamic Center atau disingkat QIC.

Masjid Muammar Qaddafy di kawasan Sentul ini berdiri di atas bukit. Masjid ini terletak atas bukit di tengah komplek perumahan Bukit Az-zikra dan saat ini menjadi markas majelis zikir Az-zikra yang dipimpin oleh Ustadz Arifin Ilham. Selain itu, kawasan ini semakin lengkap dengan dibangunnya sekolah Islam dan fasilitas pendukung lainnya, salah satunya bangunan menara yang menjulang tinggi hingga 57 meter yang dapat dinikmati hingga ke puncak menara dengan menggunakan lift.

Masjid ini dibangun di atas lahan seluas 12.600 meter persegi terdiri atas bangunan masjid, convention hall dan dilengkapi menara setinggi 57 meter, serta fasilitas pendukung berupa lift dan air mancur. Masjid Muammar Qaddafy memiliki tiga lantai dan memiliki kapasitas hingga 22 ribu jemaah sekaligus.

Pemasangan tiang pancang perdana pondasi bangunan Masjid Muammar Qaddafy (Qaddafy Islamic Centre) terjadi pada tanggal 22 Juli 2007. Kegiatan tersebut disertai dengan zikir akbar dengan Ustad Arifin ilham (pimpinan majelis zikir Az- zikra) sebagai pimpinannya, diikuti oleh para kaum muslimin dan muslimat dari berbagai majelis taklim. Pengelola proyek pembangunan masjid ini ialah PT Waskita Karya. Kemudian dibangunlah sebuah prasasti sebagai bukti proses pembangunan awal. Prasasti ini dilengkapi dengan tanda tangan Ustadz Muhammad Arifin Ilham dan Sheikh Mahmud H. Reeh wakil dari World Islamic Call Society, Libya.

World Islamic Call Society yang merupakan organisasi dakwah Islam dunia yang berpusat di Tripoli, Libya inilah yang menanggung seluruh biaya pembangunan Masjid Muammar Qaddafy. Pembangunan tahap pertama menghabiskan dana hingga Rp 36,9 miliar. Selanjutnya pembangunan tahap kedua, memerlukan anggaran dana mencapai Rp 23 miliar, untuk pengadaan taman, area parkir dan pesantren.

Peresmian Masjid Muammar Qaddafi dilaksanakan pada hari Ahad, 7 Juni 2009, yang dihadiri oleh Wakil Presiden Yusuf Kalla dan istrinya Ny. Mufidah Kalla, Sheikh Mahmud H. Reeh, Ulama dari World Islamic Call Society, Tripoli Libya. Peresmian tersebut diiringi dengan zikir akbar bersama jemaah majelis dzikir Az-Zikra dengan antusiasme ribuan jamaah. Kemudian pada tanggal 12 Juni 2009, Ustadz Arifin Ilham, untuk pertama kalinya menyampaikan khutbah Jum’at di Masjid Muammar Qaddafi, sebagai tanda bahwa masjid ini sudah dapat dibuka dan digunakan oleh masyarakat muslim secara umum.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *