Masjid Raya Natuna, Kepulauan Riau

Masjid Raya Natuna atau yang dikenal juga dengan nama Masjid Agung Natuna merupakan simbol kebangkitan Islam di Natuna dan kebangkitan awal bagi pembangunan dan pengembangan Islam dan Iman masyarakat Natuna sesuai dengan visi dan misi pemerintah Kabupaten Natuna yang dikemas dalam kalimat singkat, yaitu:

“Pencapaian Natuna MAS 2020 (MAS = Masyarakat Adil dan Sejahtera) Kehadiran Masjid Agung di Komplek Gerbang Utaraku (Gerakan Membangun Untuk Sejahtera hingga ke Anak cucu) juga merujuk pada posisi Natuna secara geografis yang merupakan wilayah paling utara Indonesia, merupakan salah satu bentuk pengejawantahan hal tersebut. Pembangunan masjid ini merupakan bagian dari mega proyek yang diberi nama Gerbang Utara Ku, yang meliputi perumahan DPRD, rumah dinas bupati dan wakil bupati, kampus dan asrama perguruan tinggi.”

Masjid yang diresmikan pada tanggal 4 April 2009 ini berada di Komplek Gerbang Utaraku, kawasan yang direncanakan sebagai pusat pemerintahan dan bisnis Natuna di wilayah Ranai yang merupakan ibukota Kabupaten Natuna, dengan titik pusatnya berupa masjid. Rencananya, masjid ini akan diisi dengan 8 pusat aktivitas masyarakat, antara lain:

1. Masjid Agung
2. Menara
3. Asrama Haji
4. Gedung Pertemuan
5. Gedung Pendidikan
6. Gedung Komersial
7. Gerbang
8. Plaza serta taman kota.

Pembangunan masjid ini menghabiskan dana sebesar lebih dari Rp 781 miliar. Dari APBD 2007, anggaran 2008 dan 2009, Anggaran pembangunan masjid Raya sendiri senilai Rp 400 miliar lebih atau setara dengan APBD Kota Tanjungpinang (ibu kota Provinsi Kepulauan Riau) tahun 2007.

Masjid Agung Natuna memiliki ornamen khas yang diambil dari insfirasi dari Al-quran, karena Al-quran merupakan sumber dari segala hukum. Kubah yang bentuknya menyerupai kubah Taj Mahal di India menjadikan keunikan tersendiri dan merupakan masjid terbesar dan termegah di Propinsi Kepulauan Riau. Bangunan masjid ini terbilang luas, dimana satu barisan shaf di bagian dalamnya dapat memuat hingga 180 jemaah.

Mihrab dalam Masjid Raya Natuna ini berlatar belakang yang terbuat dari bahan kayu. Desain labirin busur lancip pada latar mihrabnya semakin menekankan kesan gotik pada masjid ini.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *