Masjid Sunan Ampel Surabaya

Masjid tertua ketiga di Indonesia ialah Masjid Sunan Ampel. Masjid ini didirikan pada tahun 1421 oleh Raden Achmad Rachmatullah di kawasan Kerajaan Majapahit. Arsitektur Jawa Kuno dengan nuansa Arab begitu kental dalam masjid ini. Raden Achmad Rachmatullah atau yang terkenal dengan sebutan Sunan Ampel wafat pada tahun 1481. Beliau dimakamkan di sebelah barat masjid. Masjid terbesar kedua di Surabaya hingga tahun 1905 ialah Masjid Sunan Ampel. Pada zaman dahulu, para ulama dan wali Allah menjadikan masjid ini sebagai tempat berkumpulnya guna membahas penyebaran Islam di tanah Jawa.

Selain Sunan Ampel, di kawasan masjid ini juga terdapat makam pembantu Sunan Ampel yang bertugas membersihkan Masjid Sunan Ampel, antara lain Mbah Sonhaji atau Mbah Bolong dan Mbah Soleh.

Masjid Sunan Ampel berada di Jalan KH Mas Mansyur, Kelurahan Ampel, Surabaya Utara. Lokasinya sangat mudah dijangkau, karena jalannya dilewati oleh berbagai model angkutan.

Terdapat lima gapura (pintu gerbang) di sekeliling Masjid Sunan Ampel yang menjadi simbol dari Rukun Islam. Gerbang pertama bernama Gapuro Munggah, terletak dari arah selatan, tepatnya di Jalan Sasak. Gapura Munggah adalah simbol dari Rukun Islam yang kelima, yaitu Haji. Suasana Pasar Seng di sekitar Masjidil Haram sangat terasa di sekitar gapura ini, karena keberadaan para pedagang yang menjual barang-barang seperti di Pasar Seng.

Selanjutnya pengunjung akan melewati Gapuro Poso (Puasa) yang terdapat di sebelah selatan masjid. Gapuro Poso lekat dengan suasana bulan Ramadhan. Setelah melewati Gapuro Poso, pengunjung akan memasuki halaman masjid. Dari halaman ini, dapat dilihat bangunan masjid yang megah dengan menara yang menjulang tinggi. Menara ini merupakan bangunan asli, sebagaimana yang dibangun oleh Sunan Ampel pada abad ke 14.

Berikutnya adalah Gapuro Ngamal (Beramal). Gapura ini merupakan simbol Rukun Islam yang ketiga, yaitu zakat. Di sini pengunjung berkesempatan untuk bersodaqoh. Hasilnya akan digunakan untuk perawatan dan biaya kebersihan masjid dan makam. Gapura yang keempat ialah Gapuro Madep yang berada tepat di sebelah barat bangunan induk masjid. Gapura ini menjadi simbol Rukun Islam yang kedua, yaitu sholat dengan mengadap (madep) ke arah kiblat.

Gapura berikutnya adalah Gapuro Paneksen, menyimbolkan Rukun Islam yang pertama yaitu Syahadat. Paneksen berarti ‘kesaksian‘, yaitu bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. Gapuro Paneksen menjadi pintu gerbang menuju makam.

Leave a Comment