Masjid “Taman Surga” Hamidiye Kırşehir

Media sosial sedang ramai oleh perbincangan masjid yang satu ini. Pasalnya masjid yang berada di Turki ini memiliki desain interior yang tidak biasa seperti masjid-masjid pada umumnya. Interiornya yang unik menjadi daya tarik tersendiri dan bisa saja di kemudian hari menjadi tren baru interior untuk masjid-masjid di berbagai belahan dunia.

Bagian interior masjid ini didesain seperti taman berupa alam terbuka dengan pepohonan tinggi di sekitarnya dan hijaunya padang rumput serta birunya pemandangan langit dengan arakan awan putih.

Masjid Hamidiye Kırşehir terletak di Yenice Mahallesi, Atatürk Cd. No: 107 40200 Kırşehir Merkez/Kırşehir, Turkey. Nama masjid ini yaitu Hamidiye Camii atau Masjid Hamid diambil dari Bahasa Turki. Nama tersebut mengabadikan nama Khalifah Islam terakhir di Turki yaitu Sultan Hamid II yang terdapat di lingkungan Yenice di kawasan kota Kırşehir, Turki.

Bagian eksterior bangunan masjid ini terlihat sama seperti masjid di Turki lainnya, yakni berupa bangunan yang besar dan tinggi dilengkapi dengan kubah besar yang terletak di atap dan menara yang menjulang tinggi. Hal yang membedakan ialah tertulisnya lafazd ALLAH dalam aksara arab berukuran besar pada dinding bagian eksterior masjid ini.

Sejak pertama kali dibangun hingga kini, masjid ini menempati tempat yang sama pun dengan nama yang sama. Setelah beberapa dekade, masjid ini mengalami banyak kerusakan di bagian-bagiannya sehingga diputuskan untuk dilakukan pembangunan ulang. Sefa Ekinci selaku imam masjid ini telah menjelaskan sebelumnya, ketika hendak membangun kembali masjid ini beliau mengumpulkan seluruh informasi yang berkaitan dengan sejarah masjid tersebut di masa lampau dan saat pembangunan berikutnya beberapa orang yang tergabung di dalam proyek pembangunannya ter-insfirasi dari surah Al-Baqoroh ayat 22 yang berbunyi:

“(DIA lah) yang menjadikan Bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap. Dan DIA lah yang menurunkan air (hujan) dari langit. Lalu DIA hasilkan dengan (hujan) itu buah buahan sebagai rezeki untuk-mu karena itu janganlah kamu mengadakan tandingan tandingan bagi ALLAH, padahal kamu mengetahui”.

Mantan imam masjid sebelumnya dan merupakan warga setempat, Yılmaz Akçakaya juga mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya, selain mengalami kerusakan parah, Masjid Hamidiye sebelumnya tergolong kecil sehingga tidak mampu menampung jemaah dalam jumlah yang besar.

Ter-infirasi dari ayat tersebutlah kemudian muncul ide untuk merancang interior masjid ini seperti halnya sebuah taman surga. Bumi sebagai hamparan dan langit sebagai atapnya. Maka terciptalah langit-langit masjid ini hingga bagian atas dindingnya di lukis sedemikian rupa layaknya pemandangan langit yang tengah cerah. Lantainya berlapis karpet berwarna hijau menyerupai hamparan rumput yang hijau.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *